Backup, bagian yang harus kita lakukan

Backup RecoveryBackup menurut pandangan saya merupakan proses duplikasi. Disebut duplikasi karena proses yang terjadi disana pada hakikatnya memang seperti itu. Hal ini dilakukan apabila terjadi kerusakan pada data utama sehingga dapat mengembalikan kembali melalui data duplikasi tersebut.

Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah mengapa kita perlu melakukan backup? se-penting itukah backup? kapan kita harus melakukan backup? apa saja yang harus kita backup? dimana kita harus meletakan data hasil backup?
Itu semua tergantung dengan data yang kita miliki yang akan kita backup.

Untuk mengantisipasi ketika terjadi kerusakan data, penghapusan secara sengaja maupun tidak, atau media penyimpanan data, dalam hal ini perangakat keras, yang hilang atau rusak maka diperlukan adanya backup data. Hal ini sangat membantu ketika kita ingin mengembalikan data aslinya walaupun tidak persis saat terjadinya kerusakan data, akan tetapi setidak²nya mendekati atau tergantung dari kapan kita melakukan backup data tersebut dengan me-restorenya. Seandainya kita tidak mempunyai data backup, ya benar, pasti kita tidak akan bisa mengembalikannya. Jadi kita tidak akan membuat data tersebut dari awal lagi, melainkan hanya menambahkan data selama backup terakhir sampai dengan terjadinya kerusakan data.

Waktu untuk melakukan backup data tergantung dari kebutuhan kita dengan acuan seberapa penting data tersebut dan seberapa banyak perubahan data dalam sehari, seminggu atau mungkin juga sebulan. Jika data tersebut dalam sehari mengalami perubahan yang sangat berarti maka akan lebih baik jika dilakukan setiap hari, sehingga ketika ada kerusakan data pada tengah hari hanya data setengah hari tersebut yang mungkin akan hilang. Jadi tergantung dari banyak sedikitnya perubahan data yang kita miliki.

Sedangkan data apa yang harus kita amankan (backup) juga sangat tergantung dari perubahan data tersebut. Misalnya kita memiliki sistem yang melakukan penyimpanan data pada suatu database, maka antara sistem dan database pasti akan memiliki perbedaan frekuensi backup antara keduanya. Ketika sistem sudah tidak lagi mengalami perubahan, maka sistem tidak perlu kita backup setiap hari melainkan ketika ada perubahan saja. Sedangkan data yang disimpan dalam database pasti akan mengalami banyak perubahan tergantung banyak sedikitnya transaksi yang berlangsung.

Apakah sampai disini sudah bisa dikatakan aman, belum, minimal kita jangan hanya mempercayakan media penyimpanan pada satu tempat saja, sehingga jika kita sebelumnya menyimpan data hasil backup pada hardisk, maka tidak ada salahnya kita juga meyimpannya dalam kepingan CD ata DVD jika telah mencapai kapasitas yang besar. Jadi walaupun kita kehilangan data backup dalam hardisk, kita masih punya lagi data backup yang lain.

Semua pada akhirnya tergantung Anda, jadi tergantung penting tidaknya data yang anda miliki dan apakah sudah mempercayakan media penyimpanan yang ada tanpa melakukan backup. Namun demikian, backup merupakan bagian yang harus kita lakukan sebagai antisipasi.

* image from: profitability.net

  1. 2 Responses to “Backup, bagian yang harus kita lakukan”

  2. Mantaps…

    sedia payung sebelum klebus :mrgreen:
    lebih enak pake RAID, Sync dan atau Cron Jobs, heheee
    jadi ga repot-repot ngebek’apnya

    By ãñÐrî ñâwáwï on Apr 11, 2009

  3. Kalo gak salah, RAID, Sync dan atau Cron Jobs itu nanti tetap disimpan dalam server yang sama ya? (belum tahu benar tentang metode itu sih, :D )
    Kalau bisa menyimpan di tempat lain mungkin bagus juga, tapi kalau masih satu tempat (komputer / server) mending pake cara lain aja, :D

    By artharry on Apr 14, 2009

Post a Comment